Kamis, 01 Mei 2014

TARI BAMBANGAN CAKIL

Tari Bambangan Cakil merupakan salah satu tari klasik yang ada di Jawa khususnya Jawa Tengah. Tari ini sebenarnya diadopsi dari salah satu adegan yang ada dalam pementasan Wayang Kulit yaitu adegan Perang Kembang. Tari ini menceritakan perang antara ksatria melawan raksasa.[Ksatria adalah tokoh yang bersifat halus dan lemah lembut, sedangkan Raksasa menggambarkan tokoh yang kasar dan bringas. Didalam pementasan wayang Kulit, adegan perang kembang ini biasanya keluar tengah-tengah atau di Pathet Sanga. Perang antara Ksatria (Bambangan) melawan raksasa ini sangat atraktif, dalam adegan ini juga bisa digunakan sebagai tempat penilaian seorang dalang dalam menggerakkan wayang.

Makna yang terkandung dalam tarian ini adalah bahwa segala bentuk kejahatan, keangkara murkaan pasti kalah dengan kebaikan

 
Tari bambangan cakil merupakan seni identitas jawa tengah berasal dari surakarta dan mengambarkan peperangan kebaikan & kejahatan. tari ini mengandung nilai filosofi tinggi

dimana kejahatan,kesombongan,kecongkakan dsb tidak ada artinya karna akan tertumpas habis oleh kebaikan.

tari ini begitu artistik,biasanya dimainkan oleh wanita (berperan sbg arjuna) dan laki laki (berperan sbg cakil). durasinya 20 menit, fungsi tari ini untuk hiburan dan upacara
ari-bambangan-cakil.html#ixzz30RtMRebo
 
Pandawa, yang dalam tarinya mempergunakan ragam tari halus yang dipakai untuk tokoh ksatria seperti Abimanyu, Sumitra dan sebagainya. Peperangan berakhir dengan tewasnya Cakil, akibat tertusuk kerisnya sendiri. Kalau bambangan mempergunakan tari ragam alusan, maka Cakil dibawakan dengan ragam tari bapang. Tari ini mempergunakan iringan gending Srepegan, Ladrang Cluntang Sampak Laras Slendro.Makna yang menyelubungi Tari Bambangan Cakil hanya bisa dicari dengan tidak melepaskan kisah awal yang dijadikan sumber acuan tarian tersebut, yaitu perang kembangan.
dan menggambarkan peperangan antara kebaikan dan kejahatan. Tari ini mengandung nilai filosofi yang tinggi, dimana kejahatan, kesombongan, kecongkakan& sebagainya ternyata tidak ada artinya, karena akan tertumpas habis oleh kebaikan.Pada bentuk ketigadengan pola gerak perang hingga Cakil mati. Tarian itu terkandung makna filosofis bahwa yang benar pasti menang. tarian itu memiliki makna yang dalam, yaitu kebenaran akan selalu menang.
 
 
 







Rabu, 30 April 2014

TARI LENSO

Muda-mudi Ambon menari Tarian LensoTari Lenso adalah tarian muda-mudi dari daerah Maluku dan Minahasa Sulawesi Utara.  Tarian ini biasanya di bawakan secara ramai-ramai bila ada Pesta.  Baik Pesta Pernikahan, Panen Cengkeh, Tahun Baru dan kegiatan lainnya.  Beberapa sumber menyebutkan, tari lenso berasal dari tanah Maluku.  Sedangkan sumber lain menyebut tari ini berasal dari Minahasa.
Tarian ini juga sekaligus ajang Pencarian jodoh bagi mereka yang masih bujang, dimana ketika lenso atau selendang diterima merupakan tanda cinta diterima.  Lenso artinya Saputangan.  Istilah Lenso, hanya dipakai oleh masyarakat di daerah Sulawesi Utara dan daerah lain di Indonesia Timur.
Dalam tarian ini, yang menjadi perantara adalah lenso atau selendang.  Selendang inilah yang menjadi isyarat: selendang dibuang berarti lamaran ditolak, sedangkan selendang diterima berarti persetujuan.

Kesenian dan Budaya Unik Indonesia Bagian Timur
Indonesia memang merupakan negara yang memiliki banyak kebudayaan.  Karena banyaknya kebudayaan itulah sehingga banyak anak muda yang kurang paham tentang budaya Indonesia.  Salah satu kebudayaan yang jarang terjamah oleh kita adalah kebudayaan yang berasal dari bagian timur Indonesia. Seperti Maluku, Sulawesi dan Irian.  Jika kita ditanya tentang Maluku dan sekitarnya, mungkin pikiran kita langsung menunukan memori tentang kerusuhan Ambon.  Padahal daerah Maluku juga memiliki kebudayan yang unik.
Muda-mudi Ambon menari Tarian Lenso
Salah satu kebudayaan Maluku yang patut kita ketahui adalah seni tarinya. Maluku memang memiliki banyak seni tari yang masing – masing memiliki kekhasan dan cerita sendiri.  Seperti tari cakalele, tari orlapei, loliyana, katreji, kabaresi dan tari lenso. Dari semua tarian tersebut, tari lenso merupakan salah satu jenis tarian adat yang unik.  Tari Lenso yang juga terkenal di daerah Minahasa adalah jenis tarian pergaulan yang biasa dibawakan oleh para muda – mudi di daerah tersebut.
Tari Lenso biasanya dibawakan secara beramai – ramai ketika mereka sedang mengadakan pesta seperti pesta pernikahan, pesta tahun baru dan pesta panen cengkeh.  Sesuai dengan namanya, tari lenso merupakan tarian yang mengunakan lenso atau saputangan sebagai perlengkapannya.  Lenso atau saputangan dalam tari lenso nantinya akan digunakan untuk menyatakan perasaan cinta atau dalam bahasa gaulnya nembak orang yang disukai.
Jika pernyataan cintanya diterima maka lenso yang diserahkan kepada orang tersebut akan diterima.Oleh karena itulah selain sebagai tarian adat, tari lenso juga merupakan tarian untuk mendapatkan jodoh.  Jadi untuk sahabat Indobeta yang sedang bingun bagaimana menyatakn cinta ke si dia, mungkin tari lenso bisa dijadikan sebagai laternatifnya


 http://www.inibangsaku.com/tari-lenso-tarian-muda-mudi-indonesia-bagian-timur/