Topeng ireng merupakan salah satu kesenian tari dari Borobudur,
Magelang. Tari Topeng Ireng Tari merupakan kesenian daerah pinggiran.
Topeng Ireng sampai saat ini masih populer di kalangan Desa Wonolelo.
Tarian tersebut masih diakui dan dilestarikan di Desa Wonolelo. Antusias
dari masyarakat Desa Wonolelo sangat besar. Tari Topeng Ireng di Desa
Wonolelo di kembangkan di 3 dusun yaitu Dusun Wonolelo, Dusun Windu
Sajan, dan Dusun Windusabrang.Topeng Ireng dulunya merupakan peninggalan dari wali yang tujuannya
untuk menyebarkan agama Islam. Tarian Topeng Ireng mengadopsi dari
konsep Indian atau Suku Dayak namun, pakaian yang dikenakan penari sudah
dimodifikasi menjadi lebih tertutup. Gerakan tarian Topeng Ireng
mengadopsi dari kelompok-kelompok tari. Tarian Topeng Ireng masih
tergolong tarian baru diantara kesenian tari lainnya.
Memiliki keunikan merupakan salah satu ciri khas dari negara tercinta ini. Indonesia negara yang kucintai yang memiliki sejuta keindahan baik dari keindahan alam, keunikan budaya dan keragaman suku serta memiliki beragam jenis tarian.Namun seiring berjalannya waktu, budaya kita semakin dilupakan dengan banyaknya masuk budaya dari luar. Yukk.. sama-sama peduli dan menjaga kelestarian budaya ini. KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI..??????
Selasa, 27 Mei 2014
Selasa, 20 Mei 2014
TARI SELAMAT DATANG BELITUNG (TARI SEKAPUR SIRIH)
Tari sekapur sirih adalah salah satu tarian
selamat datang yang berasal dari Belitung. Dalam tarian ini, penari membawa
sebuah wadah yang berisi sirih sebagai tanda kehormatan kepada para tamu
penting yang datang di satu acara perhelatan besar yang sedang digelar
masyarakat Belitung.Gerakan-gerakan lincah penari yang bergerak ke kanan dan
kiri diiringi musik tradisional gambus khas Belitung membuat tarian ini begitu
rancak. Gerakan penari seakan-akan memberikan isyarat selamat datang kepada
para tamu.Dalam salah satu gerakannya para penari ini menerbakan bunga-bunga
sebagai tanda penolak bala. Selain itu, para penari juga mendekati para tamu
kehormatan yang duduk di barisan terdepan dan memberikan sirih yang tersimpan
dalam sebuah kotak sebagai tanda kehormatan dan persahabatan kepada para tamu
yang datang.Tari sekapur sirih biasa ditarikan 10 sampai 12 penari. Diantara
para penari ini biasanya terdapat dua penari laki-laki yang berposisi di
belakang. Tari sekapur sirih menjadi tarian yang ditampilkan dalam perhelatan
besar di Belitung. Sebagai tarian selamat datang, biasanya tari sekapur sirih
ini mendapatkan perhatian dan sambutan meriah dari para tamu undangan yang
hadir.
http://www.indonesiakaya.com/kanal/foto-detail/sambutan-selamat-datang-dalam-tari-sekapur-sirih#6766
TARI SEPEN
Tari Sepen merupakan
tari asli masyarakat Melayu Belitong, meskipun kadang ada modifikasi
tari gerak maupun pakaian yang digunakan. Sejatinya, tari sepen
merupakan tarian selamat datang yang dipersembahkan kepada tamu yang
datang. Tari Sepen dulunya juga ditarikan bersama dengan laki-laki,
namun sekarang lebih banyak hanya dilakukan oleh perempuan, baik
anak-anak maupun remaja dan dewasa. Pakaian yang digunakan penari kadang
tidak lagi menggunakan pakaian adat Belitong, namun dimodifikasi sesuai
kebutuhan. Tari
Sepen ne la mulai detinggalan urang Belitong. Biak-biak kini ari dak tau
kan nari sepen, muji dak sua dajaran de ruma sekula. Kanggo e to,
sekarang la kuat ade lumbe nari tradisional atau ade acara Pemda, mun
dak an se tang pandai puna nari sepen ne. Itu jak mun ade pagelaran
kesenin to gak sikit urang nuk nak numton e, uji e se mendingan nunton
madun. Gik duluk e urang rajin ngikutek irama e....sepen mintak
tambul,....sepen mintak tambul.....
TARI CAMPAK
Tari Campak merupakan tarian dari daerah Bangka-Belitung yang menggambarkan keceriaan
bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini biasanya dibawakan
setelah panen padi atau sepulang dari ume (kebun). Tarian ini berupa pantun
bersambut yang biasanya didendangkan oleh sepasang penari yang terdiri dari
laki-laki dan perempuan, dengan irama yang khas. Mereka menari diiringi tabuhan
gendang, biola dan gong yang ditabuh secara berkala. Para penari menggunakan
selembar saputangan yang dikibas-kibaskan mengiringi lenggok gemulai sang
penari. Pada saat tarian ini berlangsung biasanya penonton bebas memberi sawer
kepada “nduk campak” sebutan bagi penari perempuan pada tarian ini. Sedangkan penari laki-laki disebut “penandak”.Tari ini
digunakan juga sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan seperti penyambutan tamu
atau pada pesta pernikahan di Bangka Belitung. Tarian ini berkembang pada masa
pendudukan bangsa Portugis di Bangka Belitung. Hal ini bisa dilihat dari
beberapa ragam pada tari Campak antara lain akordion dan pakaian pada penari
perempuan yang sangat kental dengan gaya Eropa.
Minggu, 18 Mei 2014
TARI BALUMPA
Tari Balumpa berasal dari Kabupaten Wakatobi, daerah Binongko dan Buton.
Tarian ini menggambarkan kegembiraan penari sebagai salah satu bentuk
penyambutan atas kedatangan tamu dari luar yang datang ke daerah mereka.
Tarian ini menceritakan tentang sekolompok gadis cantik yang sedang
berdendang diiringi lagu musik daerah dan menggunakan alat musik gambus.
Keindahan tarian Balumpa terlihat saat para penari sedang berdendang
dengan hati yang tulus dan memahami makna gerakan yang di lakukan.
Tarian ini biasanya dibawakan oleh 6-8 orang, ada yang berpasangan
laki-laki-perempuan dan ada juga perempuan-perempuan. Di Wakatobi,
tarian Balumpa ditampilkan saat penyambutan datangnya tamu agung dari
luar dan dalam negeri. Tarian ini juga ditampilkan saat event besar,
seperti perayaan 17 Agustus, menyambut tamu, baik dari dalam maupun dari
luar negeri.
http://binongko-ku.blogspot.com/2013/06/tari-balumpa.html
TARI LULO
Lulo merupakan tarian tradisional
masyarakat Tolaki di kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tolaki merupakan
salah satu suku terbesar di Sulawesi Tenggara selain Suku Buton dan Suku
Muna.Biasanya, tarian ini dimainkan sebagai pertunjukan hiburan
ketika merayakan. kebahagiaan, tarian menyambut kedatangan tamu
kehormatan serta promosi budaya Sulawesi Tenggara.Dulu, fungsi tari
Lulo tidaklah seperti sekarang. Nenek moyang suku Tolaki memainkan
tarian ini hanya ketika mereka menyelenggarakan upacara adat panen padi,
pelantikan raja, serta pesta pernikahan. Ketika upacara panen padi,
Lulo merupakan ritual untuk memuja dewa padi yang diyakini sebagai
pemberi kesuburan. Ketika dimainkan saat pesta pernikahan dan
pelantikan raja, Lulo menjadi tarian persahabatan antar warga Tolaki dan
media untuk mencari jodoh. Itulah mengapa, penari Lulo ketika itu
hanyalah warga yang belum mempunyai pasangan atau yang belum menikah .Tak hanya itu, pihak lelaki diwajibkan untuk terlebih dahulu bertanya
kepada calon wanita yang akan dijadikan pasangan menari.Jika pada saat pertunjukan akan
berlangsung, pihak wanita menolak untuk diajak menari bersama, lelaki
itu wajib membayar denda yakni menyembelih seekor kambing dan 2 lembar
kain sarung untuk nantinya dibagikan kepada warga sekitar. Aturan ini
tidak berlaku, jika pihak wanita mengajak lelaki terlebih dahulu namun
si lelaki menolaknya. Namun kini, tidak demikian. Siapa saja dapat
menjadi penari Lulo dan ikut serta menari bersama ketika pertunjukan
Lulo berlangsung.Gerakan yang penuh suka ria menjadi ciri khas dari pertunjukan tari
Lulo. Selama pertunjukan berlangsung, alunan musik tradisional, seperti
gong, kulintang yang terbuat dari bambu, serta kendang mengiringi
setiap gerak para penari Lulo. Setiap kali tarian ini dimainkan, jumlah
penari Lulo bervariasi. Pada awal pertunjukan, penari Lulo hanya
terdiri dari beberapa pasang lelaki dan wanita. Biasanya ditengah
pertunjukan, jumlah penari bertambah ketika penonton mulai tertarik
untuk ikut serta menari bersama.Sekilas, gerakan tari Lulo terlihat relatif sederhana. Mulai dari
awal hingga pertunjukan usai, para penari Lulo membentuk lingkaran,
menari sambil bergandengan tangan dengan posisi telapak tangan wanita
berada di atas telapak tangan penari lelaki. Bagi warga Tolaki, posisi
tangan wanita yang berada diatas tangan lelaki memiliki makna setiap
lelaki berkewajiban untuk melindungi wanita. Perpaduan gerak ketika
penari Lulo berputar dalam sebuah lingkaran dengan posisi tangan tetap
saling bergandengan menjadi daya tarik tersendiri dari pertunjukan
Lulo. Keistimewaan tersendiri dari pertunjukan tari Lulo semakin dapat
anda temukan ketika memiliki kesempatan untuk melihat langsung tarian
ini dimainkan.
TARI TAMBUN DAN BUNGAI
Salah satu peristiwa penting yang memjadikan Tambun dan Bungai sebagai pejuang di Kalimantan Selatan adalah mereka selalu menang dalam pertempuran melawan musuh yang akan merampas tanah dan panen masyarakat setempat. Mereka akhirnya mendapat gelar dari Nyai Undang raja di Pematang Sawang yaitu gelar “Tumenggung Tambun Terjun Ringkin Duhung dan “Tumenggung Bungai Andin Sindai”.
Atas semua perjuangan Tambun dan Bungai, banyak orang yang menciptakan kebudayaan untuk mengenang Tambun dan Bungai salah satunya adalah Tarian Tambun dan Bungai.
http://kebudayaanindonesia.net/id/culture/879/tari-tambun-dan-bungai
Langganan:
Postingan (Atom)


