Tarian ini berasal dari Suku Dayak Benuaq dan Tonyooi. Tarian ini
dikenal sebagai tarian pergaulan antara muda mudi dan juga untuk
menyambut tamu yang datang. Tarian ini melukiskan kegembiraan dalam
menanam padi.Gantar adalah sepotong bambu yang didalamnya diisi dengan biji-biji padi
dan tongat panjang yang merupakan asek untuk membuat lubang ditanah
saat menanam padi. Juga melukiskan keramah-tamahan suku Dayak dalam
menyambut tamu yang datang ke Kalimantan Timur baik sebagai turis maupun
investor dan para tamu yang dihormati kemudian diajak turut menari.
Pakain yang dipakai di sebut Ulap Doyo kain tenunan asli suku Dayak
Benuaq yang diambil dari serat doyo.
http://rinonakbatam.blogspot.com/2011/04/tari-gantar.htmlMemiliki keunikan merupakan salah satu ciri khas dari negara tercinta ini. Indonesia negara yang kucintai yang memiliki sejuta keindahan baik dari keindahan alam, keunikan budaya dan keragaman suku serta memiliki beragam jenis tarian.Namun seiring berjalannya waktu, budaya kita semakin dilupakan dengan banyaknya masuk budaya dari luar. Yukk.. sama-sama peduli dan menjaga kelestarian budaya ini. KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI..??????
Selasa, 27 Mei 2014
TARI JATHILAN
Jathilan dikenal sebagai tarian paling tua di Jawa, dikenal juga dengan
nama Jaran Kepang.Tarian ini mempertontonkan kegagahan seorang
prajurit di medan perang dengan menunggang kuda sambil menghunus sebuah
pedang. Penari menggunakan kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu
atau kulit binatang yang disebut dengan Kuda Kepang, diiringi alat musik
gendang, bonang, saron, kempul, slompret dan ketipung.Tarian
ini pertunjukkan oleh penari yang menggunakan seragam prajurit dan yang
lainnya menggunakan topeng dengan tokoh-tokoh yang beragam, ada
Gondoruwo (setan) atau Barongan (singa). Mereka mengganggu para prajurit
yang berangkat ke medan perang. Selain di Yogyakarta, Jathilan juga
berkembang di wilayah lain seperti, Jawa Timur, Jawa Tengah, meski
masing-masing menampilkan versi yang berbeda. Lakon yang dimainkan
umumnya sama, seperti Panji, Ario Penangsang atau gambaran kehidupan
prajurit pada masa kerajaan Majapahit.Kostum lainnya berupa
seragam celana sebatas lutut, kain batik bawahan, kemeja atau kaus
lengan panjang, setagen, ikat pinggang bergesper, selempang bahu
(srempeng), selendang pinggang (sampur) dan kain ikat kepala (udheng)
dan hiasan telinga (sumping). Para penari berdandan mencolok dan
mengenakan kacamata hitam.Masyarakat lebih mengenal tarian ini
sebagai sebuah tarian yang identik dengan unsur magis dan kesurupan.
Pada tarian aslinya, para penari Jathilan menari secara terus-menerus
sambil berputar-putar hingga salah satu dari mereka mengalami trance
atau semacam kesurupan. Penari ini akan meraih apa saja yang ada di
depannya, termasuk pecahan kaca, memakan rumput, mengupas kelapa dengan
gigi dan adegan-adegan yang kelihatan tidak masuk akal lainnya. Penari
mengunyah kaca seperti kudapan yang enak dan nikmat. Bagi sebagian
penonton, adegan trance ini yang menjadi tontonan mengasyikkan
TARI KRETEK
Kabupaten Kudus yang berada di Jawa Tengah semula tampak biasa. Tak begitu banyak orang yang tahu pamor kota yang terkenal dengan gelar Kota Kretek yang tersandar padanya. Terbagi atas 9 kecamatan, 123 desa dan 9 kelurahan, menghantarkan Kota Kretek yang kaya akan beraneka ragam hal yang bisa menjadikannya populer, sedikit terabaikan dibanding kota-kota lain di Provinsi Jawa Tengah.Kehidupan masyarakat Kudus, Jawa Tengah, sepertinya tidak bisa dipisahkan dengan industri keretek. Hingga proses pembuatan keretek yang menjadi penggerak perekonomian Kudus itu diejawantahkan dalam bentuk kesenian, yakni tari. Agak aneh memang, mulai dari memilih tembakau, hingga bagaimana cara memasarkannya, semuanya diceritakan dalam satu tarian, tari Kretek.
TARI EBEG
Ebeg Merupakan salah satu bentuk tarian
rakyat yang berkembang di daerah banyumas. Jenis tarian ebeg terdapat
juga di luar daerah Banyumas khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dengan nama yang berbeda yaitu ada yang menyebut Jarang Kepang, Kuda
Lumping, dan Jathilan. Di Ponorogo disebut Reog. Walaupun namanya tidak
sama namun dilihat dari gerak tari dan peralatan tidak jauh berbeda.Beberapa waktu yang lalu Gubernur Jawa
Tengah membuat Geger tentang kesenian ebeg. Bibit menyampaikan dalam
acara yang di hadiri masyarakat indonesia bahwa kesenian jaran kepang
atau di banyumas lebih di kenal ebeg merupakan kesenian terjelek di
dunia. Hemm… banyak reaksi keras dari masyarakat jateng, termasuk dari
kelompok kesenian ebeg banyumas. Dengan di koordinir seniman rakyat
banyumas sempat mengadakan demo di kantor PEMDA kabupaten banyumas.Ternyata dari pantauan saya entah di
sengaja atau tidak, banyak agenda kesenian banyumas yang di tampilkan,
diantaranya dalam banyumas kernival di alun-alun banyumas dengan 3
kelompok kesenian ebeg sekaligus. Dan selang beberapa waktu berikutnya
juga tampil lagi di alun-alun banyumas. Sebenarnya bagaimana sejarah
ebeg banyumas. Yuk kita cari tahu lebih tentang jarang kepang banyumas.
TARI LORO BLONYO
Tari Loro Blonyo merupakan gambaran Dewi
Sri dan Dewa Sadan Dewi Sri adalah Dewi Pelindung padi dan pemberi
berkah dan erupakan lambang kemakmuran, Sedangkan Dewa Sadana adalah
dewa sandang pangan.Dahulu Dewi Sri dan Sadana adalah lambang kemakmuran
dan kesejahteraan sehingga masyarakat aman tenteram dan damai.Pada
saat sekarang kedua Dewa dan dewi tersebut sudah sima dari burni
pertiwi dan menetap di Tirta Kedasar. Sepeninggal Dewi Sri dan Sadana
keadaan bumi pertiwi makin terpuruk Bencana dan malapetaka serta huru
hara ada dimana‑mana Atas petunjuk dewa Wisnu agar keadaan aman tenteram
dan makmi harus membawa kembali Dewi Sri dan Sadana.Namun hal itu
tidaklah mudah karena untuk mendapatkan Dewi Sri dan Sadana harus
berhadapan dengan raksasa penunggu Negara Tirta Kedasar Semar berhasil
membawa Dewi Sri dan Sadana atas restu Dewa Wisnu. Dengan diboyongnya
Dewi Sri dan Sadana Keadam pulih kembali Hasil Pertanian meningkat,
sandang dan pangan melimpah. Untuk menghormati Dewi Sri dan SadanaMasyarakat menyampaikan ucapan syukur dengan musik kothekar lesung yang berirama ritme religius magis
TARI APLANG
Tari Aplang merupakan tari kerakyatan yang berasal dari Banjarnegara,
Jawa Tengah. Tari Aplang merupakan suatu keksenian yang awalnya
digunakan sebagai media penyebaran agama Islam. Oleh karena itu tari
Aplang memiliki ciri khas yang tidak terlepas dari unsur islami,
diantaranya iringan rebana, bedug dan beberapa syair puji-pujian yang
dilakukan menggunakan bahasa Arab dan Jawa. Tari Aplang biasanya dipentaskan oleh sedikitnya lima orang penari putra
atau putri sampai jumlah yang tidak bisa ditentukan. Di sebut Tari
Aplang karena gerakan tari Aplang mengadaptasi gerakan silat dengan
ndaplang yang dibubuhi dengan gerakan lain agar terlihat lebih indah dan
luwes. Dalam perkembangannya Tari Aplang mengalami beberapa modifikasi baik
dalam gerakan, kostum dans egi teknisnya. Gerakanya bersifat dinamis dan
luwes sehingga terkesan menarik. Kostum Tari Aplang berupa baju putih,
merah muda, biru lengan panjang dari bahan sejenis diamond yang terkesan
indah dan meriah. Dilengkapi dengan topi yang dipakai pada sanggul
penari, dan dilengkapi dengan slempang yang dililitkan menyamping pada
badan dengan warna yang disesuaikan dengan warna hijau, juga dilengkapi
dengan kain jarit yang menutupi celana tayet kira-kira setinggi lutut.
Alas kaki yang digunakan yaitu gapyak yang dapat menimbulkan kesan
agamis. Serta penari juga menggunakan kacamata agar terkesan lebih
menarik.
TARI SENI BARONG BLORA
Sedikit ringkasan tentang Seni
Barong Blora :
Barongan Blora, merupakan salah satu kesenian rakyat yang sangat populer
di kalangan masyarakat Blora. Alur cerita bersumber dari hikayat panji.
Di dalam seni Barong tercermin sifat-sifat kerakyatan seperti
spontanitas, sederhana, keras, kompak yang dilandasi kebenaran. Kesenian
barongan berbentuk tarian kelompok yang terdiri dari tokoh Singo
Barong, Bujangganong, Joko Lodro/Gendruwon. Jaranan/Pasukan Berkuda,
serta prajurit.Tari
barongan ini diambil dari cerita Panji. Panji adalah seorang Putra
Kerajaan Singosari yang menyamar sebagai pengamen. Dia mengamen dengan
melakukan tari barongan. Penyamaran yang dia lakukan adalah untuk
mengembara mencari kekasihnya yaitu Ayu Galuh CandraKirana. demikian
sedikit ringkasan tentang Barongan Blora yang sampai sekarang menjadi
ikon dari Kabupaten Blora..Kesenian barongan merupakan kesenian khas Jawa Tengah. Namun,
Kabupaten Blora yang bisa dikatakan paling eksis. Bayangkan saja, dari
295 desa di Kabupaten Blora, terdapat 625 paguyuban kesenian barongan.
Artinya, setiap desa minimal memiliki dua grup kesenian barongan.
Apalagi, beberapa budaya tradisi mensyaratkan keterlibatan kesenian
barongan di dalamnya. Tradisi lamporan ritual tolak bala yang berasal
dari Desa Kunden, misalnya, mengharuskan keterlibatan barongan. Bahkan,
justru Singo Barong yang dianggap sebagai pengusir tolak bala.Tak mengherankan bila kesenian barongan sangat populer dan sangat
lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan di Kabupaten Blora. Mereka
beranggapan bahwa barongan telah berhasil mewakili sifat-sifat
kerakyatan mereka, seperti spontanitas, kekeluargaan, kesederhanaan,
tegas, kekompakan, dan keberanian yang didasarkan pada kebenaran.
Langganan:
Postingan (Atom)

